Maulid Nabi di SMKN 1 Sampang Hadirkan “Pentas Seni dan Budaya Religius”

hansiplah
0

Sampang, 8 September 2026 — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SMKN 1 Sampang berlangsung khidmat sekaligus semarak. Mengusung konsep “Pentas Seni dan Budaya Religius”, kegiatan yang digelar pada Selasa, 8 September 2026, di Aula SMKN 1 Sampang tersebut tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi ruang bagi siswa untuk mengekspresikan kreativitas melalui seni dan budaya.


Rangkaian acara dipandu oleh Fira, siswi kelas XI DKV 1, selaku pembawa acara. Dengan penuh percaya diri, Fira membacakan susunan kegiatan yang dimulai dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan tilawah, sambutan Kepala Sekolah, sholawat Nabi, hingga acara utama berupa ceramah agama.


Suasana semakin khidmat ketika lantunan sholawat Nabi menggema di Aula SMKN 1 Sampang. Para siswa dan guru mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh perhatian sebagai bentuk penghormatan sekaligus ungkapan cinta kepada Nabi Muhammad SAW.


Pesan-pesan keagamaan kemudian disampaikan oleh Bapak Hakim, guru Pendidikan Agama Islam SMKN 1 Sampang. Ceramah tersebut menjadi bagian penting dari peringatan Maulid, mengajak para siswa untuk tidak hanya mengenal sosok Rasulullah SAW, tetapi juga meneladani akhlak, sikap, dan perjuangan beliau dalam kehidupan sehari-hari.


Namun, kemeriahan Maulid tahun ini tidak berhenti pada kegiatan keagamaan. Konsep “Pentas Seni dan Budaya Religius” memberikan warna tersendiri melalui penampilan para siswa dari berbagai kelas.


Salah satu yang menarik perhatian adalah penampilan XI DKV 2 yang mengangkat tema “Manusia di Antara Malaikat dan Iblis”. Pertunjukan tersebut diperankan oleh Agil, Takdir, dan Akmal, dengan membawa pesan tentang pergulatan manusia dalam menentukan pilihan antara kebaikan dan keburukan.


Pertunjukan tersebut menjadi gambaran sederhana bahwa manusia senantiasa dihadapkan pada pilihan. Nilai-nilai kebaikan perlu diperjuangkan, sementara godaan dan keburukan harus mampu dikendalikan. Pesan moral itulah yang membuat penampilan XI DKV 2 menjadi salah satu sajian yang cukup mencuri perhatian dalam rangkaian acara.


Tak kalah menarik, XI DKV 1 berkolaborasi dengan X DKV 1 menghadirkan sajian bernuansa budaya Arab melalui penampilan Hulud dan Shifa. Kolaborasi lintas tingkat tersebut menunjukkan bahwa kreativitas siswa DKV tidak hanya dituangkan dalam bentuk desain visual, tetapi juga mampu hadir melalui seni pertunjukan dan pengenalan budaya.


Puncak kegiatan ditandai dengan Fashion Show Religius yang diikuti oleh perwakilan dari sekitar 24 kelas. Para siswa tampil dengan beragam busana yang mencerminkan nuansa Islami dan kreativitas masing-masing kelas. Kehadiran Fashion Show tersebut membuat suasana aula semakin meriah sekaligus menjadi wadah bagi siswa untuk menunjukkan keberanian, kekompakan, dan kemampuan mereka dalam mengemas sebuah penampilan.


Menurut Bapak Bono, guru produktif Desain Komunikasi Visual SMKN 1 Sampang, kegiatan Maulid Nabi tahun ini menjadi momentum yang menarik karena mampu memadukan nilai keagamaan dengan kreativitas siswa.


“Peringatan Maulid Nabi bukan hanya tentang seremonial, tetapi bagaimana nilai-nilai keteladanan Rasulullah bisa disampaikan dengan cara yang dekat dengan dunia siswa. Seni dan budaya menjadi salah satu media untuk menyampaikan pesan tersebut,” demikian gambaran kegiatan menurut Bapak Bono.


Melalui konsep “Pentas Seni dan Budaya Religius”, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SMKN 1 Sampang akhirnya tidak hanya menjadi sebuah kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi panggung pembelajaran karakter, kreativitas, keberanian tampil, kolaborasi, serta kecintaan terhadap seni dan budaya.


Di tengah perkembangan dunia pendidikan yang semakin dinamis, kegiatan semacam ini menjadi pengingat bahwa sekolah bukan hanya tempat untuk mengejar pengetahuan, tetapi juga ruang untuk membentuk karakter dan menemukan potensi diri.


Maulid Nabi pun menjadi lebih dari sekadar peringatan—ia menjadi momentum untuk belajar meneladani Rasulullah SAW melalui akhlak, kreativitas, kebersamaan, dan karya.


Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)