Mata Pelajaran: Dasar-Dasar Desain Komunikasi Visual
A. Pengertian Tujuan Desain
Sebelum membuat sebuah desain, seorang desainer harus mengetahui untuk apa desain tersebut dibuat.
Desain bukan hanya kegiatan membuat sesuatu agar terlihat indah. Desain memiliki tujuan, fungsi, pesan, sasaran, dan hasil yang ingin dicapai.
Tujuan desain adalah sesuatu yang ingin dicapai melalui sebuah karya desain, baik dalam bentuk informasi, komunikasi, persuasi, identitas, estetika, promosi, maupun penyelesaian suatu masalah.
Dengan kata sederhana:
Desain dibuat bukan hanya untuk dilihat, tetapi untuk menyampaikan sesuatu dan mencapai tujuan tertentu.
Contohnya:
Poster dibuat untuk memberikan informasi atau mengajak masyarakat.
Logo dibuat untuk membangun identitas sebuah perusahaan atau organisasi.
Kemasan dibuat untuk melindungi produk sekaligus menarik perhatian konsumen.
Iklan dibuat untuk mempromosikan produk atau jasa.
Infografis dibuat untuk menjelaskan informasi yang kompleks agar mudah dipahami.
Website dibuat untuk memberikan informasi dan memudahkan pengguna melakukan sesuatu.
B. Mengapa Tujuan Desain Penting?
Tujuan desain menjadi dasar dalam proses perancangan.
Tanpa tujuan yang jelas, seorang desainer dapat menghasilkan karya yang:
indah tetapi tidak memiliki fungsi;
menarik tetapi sulit dipahami;
banyak warna tetapi tidak memiliki fokus;
memiliki banyak tulisan tetapi pesan tidak tersampaikan;
terlihat profesional tetapi tidak sesuai target pengguna.
Oleh karena itu, sebelum mendesain seorang desainer perlu bertanya:
1. Apa yang ingin disampaikan?
Pesan apa yang harus diterima oleh audiens?
2. Kepada siapa desain ditujukan?
Siapa target audiensnya?
3. Mengapa desain tersebut dibuat?
Apa masalah atau kebutuhan yang ingin diselesaikan?
4. Bagaimana pesan tersebut disampaikan?
Apakah melalui gambar, tulisan, warna, simbol, ilustrasi, foto, atau kombinasi semuanya?
5. Apa yang diharapkan setelah audiens melihat desain?
Apakah mereka mengetahui sesuatu, tertarik, membeli, mengikuti, mengingat, atau melakukan tindakan tertentu?
C. Tujuan Utama Desain
Secara umum, tujuan desain dapat dibagi menjadi beberapa bagian.
1. Tujuan Komunikasi
Salah satu tujuan paling penting dalam DKV adalah menyampaikan pesan kepada orang lain.
Desain berfungsi sebagai bahasa visual.
Pesan dapat disampaikan melalui:
tipografi;
warna;
ilustrasi;
fotografi;
simbol;
ikon;
bentuk;
komposisi;
tata letak.
Contoh:
Sebuah poster bertuliskan:
“Buanglah Sampah pada Tempatnya”
Desain tersebut memiliki tujuan komunikasi, yaitu menyampaikan pesan kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan.
Intinya:
Desain harus membuat pesan sampai kepada audiens.
D. Tujuan Informasi
Desain juga digunakan untuk memberikan informasi.
Informasi harus disusun sedemikian rupa sehingga mudah ditemukan, dibaca, dan dipahami.
Contoh:
poster jadwal kegiatan;
brosur sekolah;
infografis;
peta;
jadwal perjalanan;
katalog produk;
papan informasi;
pengumuman;
diagram.
Misalnya sebuah poster:
“Pendaftaran Peserta Didik Baru SMK Tahun 2026/2027”
Informasi yang mungkin disampaikan:
tanggal pendaftaran;
persyaratan;
jurusan;
alamat sekolah;
kontak;
website;
jadwal seleksi.
Tujuan utamanya:
Membuat informasi menjadi lebih mudah dipahami dan diingat.
E. Tujuan Persuasi
Persuasi berarti mempengaruhi atau membujuk seseorang agar melakukan sesuatu.
Dalam desain komunikasi visual, persuasi sangat banyak digunakan dalam:
iklan;
kampanye;
poster;
promosi;
media sosial;
billboard;
kemasan.
Contoh:
Poster:
“Ayo Kurangi Sampah Plastik!”
Tujuannya bukan hanya memberi informasi bahwa sampah plastik berbahaya, tetapi mendorong masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik.
Contoh lain:
“Diskon 50% Hari Ini!”
Tujuannya mendorong konsumen agar membeli produk.
F. Tujuan Promosi
Desain digunakan untuk memperkenalkan dan meningkatkan ketertarikan terhadap produk, jasa, kegiatan, atau suatu organisasi.
Contohnya:
poster promosi makanan;
flyer;
banner;
katalog;
brosur;
konten Instagram;
iklan digital;
desain marketplace.
Misalnya sebuah usaha menjual kopi.
Desain promosi dapat menampilkan:
KOPI MADURA
“Rasa Lokal, Kualitas Istimewa”
Kemudian dilengkapi:
foto produk;
harga;
promo;
alamat;
nomor WhatsApp;
media sosial.
Tujuannya:
Membuat calon konsumen mengenal, tertarik, dan akhirnya membeli produk.
G. Tujuan Identitas
Desain juga bertujuan untuk membangun identitas atau ciri khas.
Salah satu contoh paling mudah adalah logo.
Logo membantu seseorang mengenali:
perusahaan;
sekolah;
organisasi;
produk;
komunitas;
lembaga;
acara.
Contohnya sebuah sekolah memiliki logo dengan bentuk dan warna tertentu.
Ketika melihat logo tersebut, masyarakat langsung mengenali sekolah tersebut.
Identitas visual dapat terdiri dari:
logo;
warna;
tipografi;
simbol;
bentuk grafis;
pola;
gaya ilustrasi;
fotografi.
H. Tujuan Estetika
Desain juga memiliki tujuan untuk menciptakan keindahan dan daya tarik visual.
Namun perlu dipahami:
Indah saja belum tentu desain yang baik.
Desain yang baik harus mampu menggabungkan:
Keindahan + Fungsi + Pesan
Contohnya poster yang sangat indah tetapi tulisannya terlalu kecil sehingga tidak dapat dibaca.
Secara estetika mungkin menarik, tetapi secara komunikasi kurang berhasil.
Unsur estetika dapat diperoleh melalui:
warna;
bentuk;
garis;
tekstur;
komposisi;
keseimbangan;
proporsi;
irama;
kontras;
tipografi.
I. Tujuan Fungsional
Desain harus memiliki fungsi.
Fungsi berarti desain tersebut dapat digunakan sebagaimana mestinya.
Contohnya:
Desain kemasan
Tidak hanya menarik, tetapi harus mampu:
melindungi produk;
memberikan informasi;
memudahkan penyimpanan;
menarik konsumen.
Desain website
Tidak hanya terlihat bagus, tetapi harus:
mudah digunakan;
mudah dinavigasi;
informasi mudah ditemukan;
nyaman dibaca.
Desain poster
Tidak hanya menarik, tetapi informasi harus mudah dibaca.
J. Tujuan Memecahkan Masalah
Desain pada dasarnya merupakan salah satu bentuk problem solving atau pemecahan masalah.
Seorang desainer tidak hanya bertanya:
“Bagaimana membuat desain yang bagus?”
Tetapi juga:
“Masalah apa yang harus diselesaikan melalui desain ini?”
Contoh:
Masalah:
Masyarakat kesulitan memahami cara memilah sampah.
Solusi desain:
Membuat infografis yang menunjukkan:
🟢 Sampah organik
🔵 Sampah anorganik
🔴 Sampah B3
Dengan gambar dan keterangan sederhana.
Maka desain berfungsi sebagai solusi komunikasi.
K. Tujuan Edukasi
Desain juga dapat digunakan untuk memberikan pendidikan atau pengetahuan.
Contohnya:
poster pendidikan;
infografis;
buku pelajaran;
modul;
media pembelajaran;
diagram;
animasi edukasi;
video pembelajaran.
Misalnya desain infografis:
“Cara Menjaga Kesehatan Gigi”
Desain tersebut membantu masyarakat mempelajari cara:
menyikat gigi;
memilih sikat gigi;
mengurangi makanan manis;
melakukan pemeriksaan gigi.
L. Tujuan Sosial
Desain dapat digunakan untuk menyampaikan pesan yang berkaitan dengan kehidupan sosial.
Contohnya:
kampanye anti bullying;
kampanye keselamatan lalu lintas;
kampanye lingkungan;
kampanye kesehatan;
kampanye anti narkoba;
kampanye kebersihan;
kampanye kemanusiaan.
Misalnya:
“Stop Bullying!”
Desain tersebut bertujuan membangun kesadaran masyarakat terhadap dampak bullying.
M. Tujuan Budaya
Desain dapat digunakan untuk memperkenalkan, mempertahankan, dan mengembangkan budaya.
Dalam konteks Indonesia, desain dapat mengangkat:
batik;
motif tradisional;
ornamen daerah;
kesenian;
bahasa daerah;
makanan tradisional;
cerita rakyat;
arsitektur tradisional;
pakaian adat.
Contohnya desain promosi wisata Sampang dapat menggunakan unsur:
Karapan Sapi + Batik Madura + Pantai + budaya lokal.
Dengan demikian desain tidak hanya menjual sebuah tempat, tetapi juga memperkenalkan identitas budaya daerah.
N. Tujuan Komersial
Desain juga memiliki tujuan ekonomi atau bisnis.
Desain digunakan untuk membantu:
menjual produk;
memperkenalkan merek;
meningkatkan penjualan;
membangun kepercayaan konsumen;
membedakan produk dari pesaing.
Contohnya:
Logo + Kemasan + Foto Produk + Iklan + Konten Media Sosial
semuanya dapat menjadi bagian dari strategi desain sebuah bisnis.
O. Tujuan Membangun Citra
Desain dapat membentuk image atau citra di mata masyarakat.
Misalnya sebuah perusahaan ingin dikenal sebagai:
profesional;
modern;
ramah lingkungan;
terpercaya;
elegan;
sederhana;
kreatif.
Maka seluruh desain visual harus mendukung citra tersebut.
Contohnya perusahaan teknologi biasanya menggunakan desain yang:
sederhana;
modern;
bersih;
mudah digunakan.
Sedangkan produk tradisional dapat menggunakan:
motif budaya;
warna alami;
ilustrasi tradisional.
P. Tujuan Membangun Emosi
Desain tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga dapat membangkitkan perasaan.
Warna, gambar, tipografi dan komposisi dapat memengaruhi emosi audiens.
Contoh:
Merah
Sering diasosiasikan dengan:
energi;
keberanian;
semangat;
perhatian.
Biru
Sering memberikan kesan:
tenang;
profesional;
terpercaya.
Hijau
Sering diasosiasikan dengan:
alam;
kesegaran;
lingkungan;
pertumbuhan.
Hitam
Sering memberikan kesan:
elegan;
kuat;
eksklusif.
Namun makna warna tidak bersifat mutlak. Budaya, konteks, kombinasi warna, dan karakter merek juga memengaruhinya.
Q. Tujuan Membangun Pengalaman Pengguna
Dalam desain digital, tujuan desain tidak berhenti pada tampilan.
Desain harus membuat pengguna mendapatkan pengalaman yang baik.
Contohnya:
tombol mudah ditemukan;
navigasi mudah dipahami;
tulisan mudah dibaca;
halaman cepat dipahami;
informasi tidak membingungkan.
Inilah yang berkaitan dengan User Experience (UX).
Misalnya desain aplikasi sekolah.
Siswa harus dapat dengan mudah menemukan:
Jadwal → Nilai → Absensi → Materi → Pengumuman
Jika tampilannya indah tetapi siswa bingung mencari menu, maka desain tersebut belum berhasil secara fungsi.
R. Tujuan Efisiensi
Desain juga dapat membantu manusia melakukan sesuatu dengan lebih cepat dan mudah.
Contohnya:
ikon toilet;
tanda parkir;
rambu lalu lintas;
simbol Wi-Fi;
ikon pencarian;
ikon tempat sampah.
Bayangkan jika setiap simbol harus dijelaskan dengan kalimat panjang.
Dengan simbol visual, informasi dapat dipahami lebih cepat.
S. Tujuan Membedakan Produk
Dalam dunia bisnis, banyak produk memiliki fungsi yang sama.
Desain membantu sebuah produk memiliki keunikan dan pembeda.
Misalnya ada 10 produk kopi.
Semuanya menjual kopi.
Namun salah satu menggunakan:
nama merek yang kuat;
logo unik;
kemasan menarik;
warna khas;
ilustrasi khas Madura.
Maka konsumen lebih mudah mengenali produk tersebut.
T. Tujuan Membangun Kepercayaan
Desain yang profesional dapat membantu membangun kepercayaan audiens.
Contohnya desain:
kartu nama;
website perusahaan;
proposal;
katalog;
kemasan;
sertifikat;
profil perusahaan.
Desain yang:
rapi;
konsisten;
mudah dibaca;
memiliki struktur jelas;
dapat memberikan kesan bahwa organisasi atau perusahaan tersebut dikelola secara profesional.
U. Hubungan Tujuan dengan Target Audiens
Tujuan desain tidak dapat dipisahkan dari target audiens.
Desain untuk anak-anak tentu berbeda dengan desain untuk orang dewasa.
Contoh:
Poster untuk anak SD
Menggunakan:
warna cerah;
ilustrasi;
karakter;
tulisan sederhana.
Poster untuk profesional
Menggunakan:
layout lebih formal;
tipografi profesional;
warna yang lebih terkontrol;
informasi lebih detail.
Jadi:
Desain yang baik bukan desain yang disukai desainer, tetapi desain yang berhasil mencapai audiens yang dituju.
V. Tujuan Desain Berdasarkan Media
| Media | Tujuan Utama |
|---|---|
| Logo | Identitas |
| Poster | Informasi & persuasi |
| Brosur | Informasi & promosi |
| Kemasan | Perlindungan, informasi & promosi |
| Iklan | Persuasi & penjualan |
| Infografis | Menyederhanakan informasi |
| Website | Informasi & pelayanan |
| Media sosial | Komunikasi & engagement |
| Buku | Informasi & edukasi |
| Billboard | Informasi & promosi cepat |
| Signage | Petunjuk & navigasi |
| UI aplikasi | Kemudahan penggunaan |
| Video | Informasi, hiburan & persuasi |
| Animasi | Informasi, edukasi & hiburan |
W. Contoh Analisis Tujuan Desain
Mari kita ambil contoh sebuah poster kegiatan sekolah.
Judul:
FESTIVAL KREATIVITAS SISWA SMKN 1 SAMPANG
Tujuan desain:
1. Informasi
Memberitahukan adanya kegiatan festival.
2. Promosi
Membuat siswa tertarik menghadiri kegiatan.
3. Identitas
Menampilkan identitas sekolah dan kegiatan.
4. Persuasi
Mengajak siswa untuk ikut berpartisipasi.
5. Estetika
Membuat poster menarik secara visual.
6. Komunikasi
Menyampaikan waktu, tempat dan kegiatan secara jelas.
Dari satu desain saja ternyata dapat terdapat beberapa tujuan sekaligus.
X. Rumus Sederhana Tujuan Desain
Untuk memudahkan siswa memahami materi, gunakan rumus:
DESAIN = PESAN + AUDIENS + MEDIA + TUJUAN
PESAN
Apa yang ingin disampaikan?
AUDIENS
Siapa yang akan melihat?
MEDIA
Di mana desain digunakan?
TUJUAN
Apa yang diharapkan setelah audiens melihat desain?
Contoh:
Pesan: Kurangi penggunaan plastik
Audiens: Masyarakat sekolah
Media: Poster
Tujuan: Mengajak warga sekolah mengurangi sampah plastik.
Y. Kesalahan yang Sering Terjadi dalam Menentukan Tujuan Desain
1. Membuat desain hanya karena ingin terlihat bagus
Kesalahan:
“Yang penting keren.”
Perbaikan:
Tentukan pesan dan tujuan terlebih dahulu.
2. Terlalu banyak informasi
Akibatnya audiens tidak tahu informasi mana yang paling penting.
3. Tidak mengenali target audiens
Desain akhirnya tidak sesuai dengan orang yang melihatnya.
4. Mengabaikan fungsi
Desain terlihat menarik tetapi sulit digunakan.
5. Tidak memiliki fokus
Semua elemen dibuat besar dan mencolok sehingga tidak ada informasi utama.
Z. Kesimpulan
Tujuan desain adalah hasil yang ingin dicapai melalui sebuah karya desain.
Desain dapat bertujuan untuk:
mengomunikasikan pesan;
memberikan informasi;
mempersuasi atau membujuk;
mempromosikan produk atau kegiatan;
membangun identitas;
menciptakan keindahan;
memenuhi fungsi tertentu;
memecahkan masalah;
memberikan edukasi;
menyampaikan pesan sosial;
melestarikan dan memperkenalkan budaya;
mendukung kegiatan komersial;
membangun citra;
membangun emosi;
memberikan pengalaman pengguna yang baik;
meningkatkan efisiensi;
membedakan suatu produk;
membangun kepercayaan.
Kalimat kunci untuk siswa:
“Desain yang baik bukan sekadar desain yang indah, tetapi desain yang mampu mencapai tujuan dan menyelesaikan masalah.”
Dan dalam dunia DKV, seorang desainer sebaiknya selalu memulai dengan pertanyaan:
“Untuk siapa desain ini dibuat, pesan apa yang ingin disampaikan, dan perubahan apa yang ingin terjadi setelah orang melihatnya?”
