MATERI BAHAN AJAR TUJUAN DESAIN

hansiplah
0




Mata Pelajaran: Dasar-Dasar Desain Komunikasi Visual


A. Pengertian Tujuan Desain

Sebelum membuat sebuah desain, seorang desainer harus mengetahui untuk apa desain tersebut dibuat.

Desain bukan hanya kegiatan membuat sesuatu agar terlihat indah. Desain memiliki tujuan, fungsi, pesan, sasaran, dan hasil yang ingin dicapai.

Tujuan desain adalah sesuatu yang ingin dicapai melalui sebuah karya desain, baik dalam bentuk informasi, komunikasi, persuasi, identitas, estetika, promosi, maupun penyelesaian suatu masalah.

Dengan kata sederhana:

Desain dibuat bukan hanya untuk dilihat, tetapi untuk menyampaikan sesuatu dan mencapai tujuan tertentu.

Contohnya:

  • Poster dibuat untuk memberikan informasi atau mengajak masyarakat.

  • Logo dibuat untuk membangun identitas sebuah perusahaan atau organisasi.

  • Kemasan dibuat untuk melindungi produk sekaligus menarik perhatian konsumen.

  • Iklan dibuat untuk mempromosikan produk atau jasa.

  • Infografis dibuat untuk menjelaskan informasi yang kompleks agar mudah dipahami.

  • Website dibuat untuk memberikan informasi dan memudahkan pengguna melakukan sesuatu.


B. Mengapa Tujuan Desain Penting?

Tujuan desain menjadi dasar dalam proses perancangan.

Tanpa tujuan yang jelas, seorang desainer dapat menghasilkan karya yang:

  • indah tetapi tidak memiliki fungsi;

  • menarik tetapi sulit dipahami;

  • banyak warna tetapi tidak memiliki fokus;

  • memiliki banyak tulisan tetapi pesan tidak tersampaikan;

  • terlihat profesional tetapi tidak sesuai target pengguna.

Oleh karena itu, sebelum mendesain seorang desainer perlu bertanya:

1. Apa yang ingin disampaikan?

Pesan apa yang harus diterima oleh audiens?

2. Kepada siapa desain ditujukan?

Siapa target audiensnya?

3. Mengapa desain tersebut dibuat?

Apa masalah atau kebutuhan yang ingin diselesaikan?

4. Bagaimana pesan tersebut disampaikan?

Apakah melalui gambar, tulisan, warna, simbol, ilustrasi, foto, atau kombinasi semuanya?

5. Apa yang diharapkan setelah audiens melihat desain?

Apakah mereka mengetahui sesuatu, tertarik, membeli, mengikuti, mengingat, atau melakukan tindakan tertentu?


C. Tujuan Utama Desain

Secara umum, tujuan desain dapat dibagi menjadi beberapa bagian.

1. Tujuan Komunikasi

Salah satu tujuan paling penting dalam DKV adalah menyampaikan pesan kepada orang lain.

Desain berfungsi sebagai bahasa visual.

Pesan dapat disampaikan melalui:

  • tipografi;

  • warna;

  • ilustrasi;

  • fotografi;

  • simbol;

  • ikon;

  • bentuk;

  • komposisi;

  • tata letak.

Contoh:

Sebuah poster bertuliskan:

“Buanglah Sampah pada Tempatnya”

Desain tersebut memiliki tujuan komunikasi, yaitu menyampaikan pesan kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan.

Intinya:

Desain harus membuat pesan sampai kepada audiens.


D. Tujuan Informasi

Desain juga digunakan untuk memberikan informasi.

Informasi harus disusun sedemikian rupa sehingga mudah ditemukan, dibaca, dan dipahami.

Contoh:

  • poster jadwal kegiatan;

  • brosur sekolah;

  • infografis;

  • peta;

  • jadwal perjalanan;

  • katalog produk;

  • papan informasi;

  • pengumuman;

  • diagram.

Misalnya sebuah poster:

“Pendaftaran Peserta Didik Baru SMK Tahun 2026/2027”

Informasi yang mungkin disampaikan:

  • tanggal pendaftaran;

  • persyaratan;

  • jurusan;

  • alamat sekolah;

  • kontak;

  • website;

  • jadwal seleksi.

Tujuan utamanya:

Membuat informasi menjadi lebih mudah dipahami dan diingat.


E. Tujuan Persuasi

Persuasi berarti mempengaruhi atau membujuk seseorang agar melakukan sesuatu.

Dalam desain komunikasi visual, persuasi sangat banyak digunakan dalam:

  • iklan;

  • kampanye;

  • poster;

  • promosi;

  • media sosial;

  • billboard;

  • kemasan.

Contoh:

Poster:

“Ayo Kurangi Sampah Plastik!”

Tujuannya bukan hanya memberi informasi bahwa sampah plastik berbahaya, tetapi mendorong masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik.

Contoh lain:

“Diskon 50% Hari Ini!”

Tujuannya mendorong konsumen agar membeli produk.


F. Tujuan Promosi

Desain digunakan untuk memperkenalkan dan meningkatkan ketertarikan terhadap produk, jasa, kegiatan, atau suatu organisasi.

Contohnya:

  • poster promosi makanan;

  • flyer;

  • banner;

  • katalog;

  • brosur;

  • konten Instagram;

  • iklan digital;

  • desain marketplace.

Misalnya sebuah usaha menjual kopi.

Desain promosi dapat menampilkan:

KOPI MADURA
“Rasa Lokal, Kualitas Istimewa”

Kemudian dilengkapi:

  • foto produk;

  • harga;

  • promo;

  • alamat;

  • nomor WhatsApp;

  • media sosial.

Tujuannya:

Membuat calon konsumen mengenal, tertarik, dan akhirnya membeli produk.


G. Tujuan Identitas

Desain juga bertujuan untuk membangun identitas atau ciri khas.

Salah satu contoh paling mudah adalah logo.

Logo membantu seseorang mengenali:

  • perusahaan;

  • sekolah;

  • organisasi;

  • produk;

  • komunitas;

  • lembaga;

  • acara.

Contohnya sebuah sekolah memiliki logo dengan bentuk dan warna tertentu.

Ketika melihat logo tersebut, masyarakat langsung mengenali sekolah tersebut.

Identitas visual dapat terdiri dari:

  • logo;

  • warna;

  • tipografi;

  • simbol;

  • bentuk grafis;

  • pola;

  • gaya ilustrasi;

  • fotografi.


H. Tujuan Estetika

Desain juga memiliki tujuan untuk menciptakan keindahan dan daya tarik visual.

Namun perlu dipahami:

Indah saja belum tentu desain yang baik.

Desain yang baik harus mampu menggabungkan:

Keindahan + Fungsi + Pesan

Contohnya poster yang sangat indah tetapi tulisannya terlalu kecil sehingga tidak dapat dibaca.

Secara estetika mungkin menarik, tetapi secara komunikasi kurang berhasil.

Unsur estetika dapat diperoleh melalui:

  • warna;

  • bentuk;

  • garis;

  • tekstur;

  • komposisi;

  • keseimbangan;

  • proporsi;

  • irama;

  • kontras;

  • tipografi.


I. Tujuan Fungsional

Desain harus memiliki fungsi.

Fungsi berarti desain tersebut dapat digunakan sebagaimana mestinya.

Contohnya:

Desain kemasan

Tidak hanya menarik, tetapi harus mampu:

  • melindungi produk;

  • memberikan informasi;

  • memudahkan penyimpanan;

  • menarik konsumen.

Desain website

Tidak hanya terlihat bagus, tetapi harus:

  • mudah digunakan;

  • mudah dinavigasi;

  • informasi mudah ditemukan;

  • nyaman dibaca.

Desain poster

Tidak hanya menarik, tetapi informasi harus mudah dibaca.


J. Tujuan Memecahkan Masalah

Desain pada dasarnya merupakan salah satu bentuk problem solving atau pemecahan masalah.

Seorang desainer tidak hanya bertanya:

“Bagaimana membuat desain yang bagus?”

Tetapi juga:

“Masalah apa yang harus diselesaikan melalui desain ini?”

Contoh:

Masalah:

Masyarakat kesulitan memahami cara memilah sampah.

Solusi desain:

Membuat infografis yang menunjukkan:

🟢 Sampah organik
🔵 Sampah anorganik
🔴 Sampah B3

Dengan gambar dan keterangan sederhana.

Maka desain berfungsi sebagai solusi komunikasi.


K. Tujuan Edukasi

Desain juga dapat digunakan untuk memberikan pendidikan atau pengetahuan.

Contohnya:

  • poster pendidikan;

  • infografis;

  • buku pelajaran;

  • modul;

  • media pembelajaran;

  • diagram;

  • animasi edukasi;

  • video pembelajaran.

Misalnya desain infografis:

“Cara Menjaga Kesehatan Gigi”

Desain tersebut membantu masyarakat mempelajari cara:

  1. menyikat gigi;

  2. memilih sikat gigi;

  3. mengurangi makanan manis;

  4. melakukan pemeriksaan gigi.


L. Tujuan Sosial

Desain dapat digunakan untuk menyampaikan pesan yang berkaitan dengan kehidupan sosial.

Contohnya:

  • kampanye anti bullying;

  • kampanye keselamatan lalu lintas;

  • kampanye lingkungan;

  • kampanye kesehatan;

  • kampanye anti narkoba;

  • kampanye kebersihan;

  • kampanye kemanusiaan.

Misalnya:

“Stop Bullying!”

Desain tersebut bertujuan membangun kesadaran masyarakat terhadap dampak bullying.


M. Tujuan Budaya

Desain dapat digunakan untuk memperkenalkan, mempertahankan, dan mengembangkan budaya.

Dalam konteks Indonesia, desain dapat mengangkat:

  • batik;

  • motif tradisional;

  • ornamen daerah;

  • kesenian;

  • bahasa daerah;

  • makanan tradisional;

  • cerita rakyat;

  • arsitektur tradisional;

  • pakaian adat.

Contohnya desain promosi wisata Sampang dapat menggunakan unsur:

Karapan Sapi + Batik Madura + Pantai + budaya lokal.

Dengan demikian desain tidak hanya menjual sebuah tempat, tetapi juga memperkenalkan identitas budaya daerah.


N. Tujuan Komersial

Desain juga memiliki tujuan ekonomi atau bisnis.

Desain digunakan untuk membantu:

  • menjual produk;

  • memperkenalkan merek;

  • meningkatkan penjualan;

  • membangun kepercayaan konsumen;

  • membedakan produk dari pesaing.

Contohnya:

Logo + Kemasan + Foto Produk + Iklan + Konten Media Sosial

semuanya dapat menjadi bagian dari strategi desain sebuah bisnis.


O. Tujuan Membangun Citra

Desain dapat membentuk image atau citra di mata masyarakat.

Misalnya sebuah perusahaan ingin dikenal sebagai:

  • profesional;

  • modern;

  • ramah lingkungan;

  • terpercaya;

  • elegan;

  • sederhana;

  • kreatif.

Maka seluruh desain visual harus mendukung citra tersebut.

Contohnya perusahaan teknologi biasanya menggunakan desain yang:

  • sederhana;

  • modern;

  • bersih;

  • mudah digunakan.

Sedangkan produk tradisional dapat menggunakan:

  • motif budaya;

  • warna alami;

  • ilustrasi tradisional.


P. Tujuan Membangun Emosi

Desain tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga dapat membangkitkan perasaan.

Warna, gambar, tipografi dan komposisi dapat memengaruhi emosi audiens.

Contoh:

Merah

Sering diasosiasikan dengan:

  • energi;

  • keberanian;

  • semangat;

  • perhatian.

Biru

Sering memberikan kesan:

  • tenang;

  • profesional;

  • terpercaya.

Hijau

Sering diasosiasikan dengan:

  • alam;

  • kesegaran;

  • lingkungan;

  • pertumbuhan.

Hitam

Sering memberikan kesan:

  • elegan;

  • kuat;

  • eksklusif.

Namun makna warna tidak bersifat mutlak. Budaya, konteks, kombinasi warna, dan karakter merek juga memengaruhinya.


Q. Tujuan Membangun Pengalaman Pengguna

Dalam desain digital, tujuan desain tidak berhenti pada tampilan.

Desain harus membuat pengguna mendapatkan pengalaman yang baik.

Contohnya:

  • tombol mudah ditemukan;

  • navigasi mudah dipahami;

  • tulisan mudah dibaca;

  • halaman cepat dipahami;

  • informasi tidak membingungkan.

Inilah yang berkaitan dengan User Experience (UX).

Misalnya desain aplikasi sekolah.

Siswa harus dapat dengan mudah menemukan:

Jadwal → Nilai → Absensi → Materi → Pengumuman

Jika tampilannya indah tetapi siswa bingung mencari menu, maka desain tersebut belum berhasil secara fungsi.


R. Tujuan Efisiensi

Desain juga dapat membantu manusia melakukan sesuatu dengan lebih cepat dan mudah.

Contohnya:

  • ikon toilet;

  • tanda parkir;

  • rambu lalu lintas;

  • simbol Wi-Fi;

  • ikon pencarian;

  • ikon tempat sampah.

Bayangkan jika setiap simbol harus dijelaskan dengan kalimat panjang.

Dengan simbol visual, informasi dapat dipahami lebih cepat.


S. Tujuan Membedakan Produk

Dalam dunia bisnis, banyak produk memiliki fungsi yang sama.

Desain membantu sebuah produk memiliki keunikan dan pembeda.

Misalnya ada 10 produk kopi.

Semuanya menjual kopi.

Namun salah satu menggunakan:

  • nama merek yang kuat;

  • logo unik;

  • kemasan menarik;

  • warna khas;

  • ilustrasi khas Madura.

Maka konsumen lebih mudah mengenali produk tersebut.


T. Tujuan Membangun Kepercayaan

Desain yang profesional dapat membantu membangun kepercayaan audiens.

Contohnya desain:

  • kartu nama;

  • website perusahaan;

  • proposal;

  • katalog;

  • kemasan;

  • sertifikat;

  • profil perusahaan.

Desain yang:

  • rapi;

  • konsisten;

  • mudah dibaca;

  • memiliki struktur jelas;

dapat memberikan kesan bahwa organisasi atau perusahaan tersebut dikelola secara profesional.


U. Hubungan Tujuan dengan Target Audiens

Tujuan desain tidak dapat dipisahkan dari target audiens.

Desain untuk anak-anak tentu berbeda dengan desain untuk orang dewasa.

Contoh:

Poster untuk anak SD

Menggunakan:

  • warna cerah;

  • ilustrasi;

  • karakter;

  • tulisan sederhana.

Poster untuk profesional

Menggunakan:

  • layout lebih formal;

  • tipografi profesional;

  • warna yang lebih terkontrol;

  • informasi lebih detail.

Jadi:

Desain yang baik bukan desain yang disukai desainer, tetapi desain yang berhasil mencapai audiens yang dituju.


V. Tujuan Desain Berdasarkan Media

MediaTujuan Utama
LogoIdentitas
PosterInformasi & persuasi
BrosurInformasi & promosi
KemasanPerlindungan, informasi & promosi
IklanPersuasi & penjualan
InfografisMenyederhanakan informasi
WebsiteInformasi & pelayanan
Media sosialKomunikasi & engagement
BukuInformasi & edukasi
BillboardInformasi & promosi cepat
SignagePetunjuk & navigasi
UI aplikasiKemudahan penggunaan
VideoInformasi, hiburan & persuasi
AnimasiInformasi, edukasi & hiburan

W. Contoh Analisis Tujuan Desain

Mari kita ambil contoh sebuah poster kegiatan sekolah.

Judul:

FESTIVAL KREATIVITAS SISWA SMKN 1 SAMPANG

Tujuan desain:

1. Informasi
Memberitahukan adanya kegiatan festival.

2. Promosi
Membuat siswa tertarik menghadiri kegiatan.

3. Identitas
Menampilkan identitas sekolah dan kegiatan.

4. Persuasi
Mengajak siswa untuk ikut berpartisipasi.

5. Estetika
Membuat poster menarik secara visual.

6. Komunikasi
Menyampaikan waktu, tempat dan kegiatan secara jelas.

Dari satu desain saja ternyata dapat terdapat beberapa tujuan sekaligus.


X. Rumus Sederhana Tujuan Desain

Untuk memudahkan siswa memahami materi, gunakan rumus:

DESAIN = PESAN + AUDIENS + MEDIA + TUJUAN

PESAN

Apa yang ingin disampaikan?

AUDIENS

Siapa yang akan melihat?

MEDIA

Di mana desain digunakan?

TUJUAN

Apa yang diharapkan setelah audiens melihat desain?

Contoh:

Pesan: Kurangi penggunaan plastik
Audiens: Masyarakat sekolah
Media: Poster
Tujuan: Mengajak warga sekolah mengurangi sampah plastik.


Y. Kesalahan yang Sering Terjadi dalam Menentukan Tujuan Desain

1. Membuat desain hanya karena ingin terlihat bagus

Kesalahan:
“Yang penting keren.”

Perbaikan:
Tentukan pesan dan tujuan terlebih dahulu.

2. Terlalu banyak informasi

Akibatnya audiens tidak tahu informasi mana yang paling penting.

3. Tidak mengenali target audiens

Desain akhirnya tidak sesuai dengan orang yang melihatnya.

4. Mengabaikan fungsi

Desain terlihat menarik tetapi sulit digunakan.

5. Tidak memiliki fokus

Semua elemen dibuat besar dan mencolok sehingga tidak ada informasi utama.


Z. Kesimpulan

Tujuan desain adalah hasil yang ingin dicapai melalui sebuah karya desain.

Desain dapat bertujuan untuk:

  1. mengomunikasikan pesan;

  2. memberikan informasi;

  3. mempersuasi atau membujuk;

  4. mempromosikan produk atau kegiatan;

  5. membangun identitas;

  6. menciptakan keindahan;

  7. memenuhi fungsi tertentu;

  8. memecahkan masalah;

  9. memberikan edukasi;

  10. menyampaikan pesan sosial;

  11. melestarikan dan memperkenalkan budaya;

  12. mendukung kegiatan komersial;

  13. membangun citra;

  14. membangun emosi;

  15. memberikan pengalaman pengguna yang baik;

  16. meningkatkan efisiensi;

  17. membedakan suatu produk;

  18. membangun kepercayaan.

Kalimat kunci untuk siswa:

“Desain yang baik bukan sekadar desain yang indah, tetapi desain yang mampu mencapai tujuan dan menyelesaikan masalah.”

Dan dalam dunia DKV, seorang desainer sebaiknya selalu memulai dengan pertanyaan:

“Untuk siapa desain ini dibuat, pesan apa yang ingin disampaikan, dan perubahan apa yang ingin terjadi setelah orang melihatnya?”


Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)