Sampang – Tidak banyak ditemukan siswa yang memiliki pengalaman hidup lintas negara sebelum menginjak usia remaja. Berpindah dari Arab Saudi ke Indonesia, kemudian tinggal di Yogyakarta dan akhirnya menetap di Sampang, membuat perjalanan hidup Hulud, yang akrab dipanggil Lulu, menjadi sebuah kisah menarik di tengah kehidupan siswa Jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) SMKN 1 Sampang.
Lulu merupakan anak kelima dari enam bersaudara. Ia memiliki latar belakang keluarga yang cukup unik. Kedua orang tuanya berasal dari Indonesia dan kini menjadi warga Arab Saudi. Pengalaman hidup di lingkungan yang berbeda membuat Lulu tumbuh dengan kemampuan beradaptasi yang cukup kuat.
Kemampuan berbahasanya pun menjadi salah satu hal yang menarik. Lulu mampu berkomunikasi menggunakan beberapa bahasa, di antaranya bahasa Arab, bahasa Inggris, Tagalog, Bahasa Indonesia, serta beberapa bahasa daerah seperti bahasa Madura dan bahasa Jawa.
Kemampuan tersebut tidak hanya menjadi kelebihan secara akademis, tetapi juga menjadi bekal bagi Lulu untuk berinteraksi dengan orang-orang dari berbagai latar belakang.
Dari Arab Saudi, Singgah di Yogyakarta
Perjalanan Lulu di Indonesia dimulai ketika ia pindah dari Arab Saudi menuju Yogyakarta. Kota tersebut menjadi salah satu tempat yang meninggalkan kesan tersendiri dalam perjalanan hidupnya.
Selama berada di Yogyakarta, Lulu mulai mengenal lingkungan baru, budaya yang berbeda, serta berbagai karakter masyarakat Indonesia. Namun, sekitar satu tahun kemudian, karena beberapa alasan, perjalanan hidupnya kembali berlanjut.
Kali ini ia berpindah ke Sampang, Madura.
Menariknya, ketika melanjutkan pendidikan di Sampang, Lulu tetap memilih bidang yang sama, yaitu Desain Komunikasi Visual. Ia kemudian bergabung dengan keluarga besar DKV SMKN 1 Sampang.
Perpindahan dari satu kota ke kota lain ternyata tidak membuat Lulu kesulitan dalam membangun pertemanan. Justru pengalaman berpindah lingkungan membuat dirinya semakin terbiasa beradaptasi.
Bagi Lulu, bertemu dengan orang-orang baru bukanlah sesuatu yang harus ditakuti. Ia melihat lingkungan baru sebagai kesempatan untuk mengenal lebih banyak karakter, pengalaman, dan cerita kehidupan.
Tertarik Dunia Jurnalistik dan Public Speaking
Di balik kemampuannya menguasai beberapa bahasa, Lulu ternyata memiliki ketertarikan yang cukup kuat terhadap dunia jurnalistik dan public speaking.
Ia merasa memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dan beradaptasi dengan lingkungan baru. Hal tersebut menjadi modal penting untuk mengembangkan dirinya dalam bidang yang membutuhkan keberanian berbicara, menggali informasi, serta berinteraksi dengan banyak orang.
Dunia jurnalistik menjadi menarik baginya karena di dalamnya seseorang tidak hanya dituntut mampu berbicara, tetapi juga mampu melihat berbagai peristiwa dari sudut pandang yang berbeda.
Sementara public speaking memberikan ruang bagi Lulu untuk mengembangkan kepercayaan diri dan kemampuan menyampaikan gagasan kepada orang lain.
Pengalaman hidupnya yang berpindah dari Arab Saudi, Yogyakarta, hingga Sampang seolah menjadi bekal alami bagi dirinya untuk memahami bahwa setiap tempat memiliki cerita dan setiap orang memiliki pengalaman yang berbeda.
Yogyakarta, Kota yang Masih Menyimpan Mimpi
Meski kini menjadi bagian dari keluarga besar DKV SMKN 1 Sampang, Yogyakarta masih memiliki tempat tersendiri dalam perjalanan hidup Lulu.
Ada keinginan yang ia simpan untuk suatu saat nanti kembali ke kota tersebut. Bukan sekadar untuk bernostalgia, tetapi untuk melanjutkan pendidikan tinggi.
Yogyakarta menjadi salah satu kota yang ingin kembali ia datangi ketika waktunya tiba untuk melanjutkan kuliah.
Jika kelak impian tersebut terwujud, perjalanan Lulu seolah membentuk sebuah lingkaran cerita: dari Arab Saudi menuju Yogyakarta, kemudian Sampang, dan suatu hari kembali lagi ke Yogyakarta dengan membawa pengalaman yang jauh lebih banyak.
Kisah Hulud “Lulu” menunjukkan bahwa pendidikan bukan hanya tentang ruang kelas. Perjalanan, perpindahan tempat, pertemuan dengan orang baru, kemampuan berbahasa, dan keberanian beradaptasi juga merupakan bagian dari proses belajar.
Di Jurusan DKV SMKN 1 Sampang, Lulu tidak hanya belajar tentang desain dan kreativitas. Ia juga sedang membangun dirinya sebagai pribadi yang siap menghadapi dunia yang lebih luas.
Dengan kemampuan bahasa, pengalaman lintas budaya, ketertarikan pada jurnalistik dan public speaking, serta keinginannya untuk terus belajar, Lulu memiliki modal yang menarik untuk menatap masa depan.
Dari Arab Saudi ia membawa pengalaman. Dari Yogyakarta ia membawa kenangan. Dari Sampang ia menemukan lingkungan baru. Dan dari semuanya, Lulu sedang menyusun cerita untuk masa depannya sendiri.
