Jauh dari Orang Tua Tak Menghalangi Putra Tunggal Ini untuk Tetap Aktif dan Mengembangkan Diri

hansiplah
0


Menjalani kehidupan jauh dari orang tua bukanlah hal yang mudah, terlebih ketika harus membagi waktu dengan berbagai kesibukan. Namun, keadaan tersebut tidak menjadi penghalang bagi Agiel Abhori, siswa kelas XI DKV 2, untuk terus berkembang. Sebagai anak laki-laki tunggal yang jauh dari kedua orang tuanya, Agiel terbiasa hidup mandiri dan membagi waktu antara sekolah, organisasi, pekerjaan multimedia, hingga aktivitas di luar sekolah.


Agiel lahir di Kemuning dan tinggal di sana hingga lulus SD. Setelah itu, ia berpindah ke Jombang untuk melanjutkan SMP, kemudian kembali ke Kemuning untuk melanjutkan pendidikan. Pengalaman berpindah tempat tersebut membuatnya terbiasa beradaptasi dengan lingkungan dan keadaan baru.


Di sekolah, Agiel aktif mengikuti OSIS dan VIP. Melalui VIP, ia mempelajari berbagai teknik multimedia, seperti pengambilan gambar, pembuatan konten, hingga kerja sama dalam tim. Kemampuan tersebut sudah membawanya mendapatkan pengalaman sekaligus penghasilan sejak kelas X. Ia pernah mendapat tugas membuat konten dengan bayaran Rp100.000 per tim dan terlibat dalam pengambilan foto untuk ID card seluruh siswa kelas X.


Pengalamannya kemudian berkembang hingga ke luar sekolah. Agiel pernah mengambil job dokumentasi di SMPN 6 Sampang dalam kegiatan BPBD yang memberikan edukasi mengenai kebencanaan. Selama dua hari, ia melakukan pengambilan foto dan video. Bagi Agiel, pekerjaan multimedia bukan hanya tentang mendapatkan uang, tetapi juga membuatnya lebih percaya diri, berani mencoba hal baru, serta belajar bekerja sama dengan orang lain. Ilmu yang diperolehnya sejak kelas X juga membantunya memahami materi produktif di kelas XI hingga dapat membantu teman yang mengalami kesulitan.


Di tengah kesibukan sekolah dan pekerjaan multimedia, Agiel juga memiliki rutinitas lain yang tetap ia jalani, yaitu berolahraga di gym. Ia merupakan member gym dan memilih keanggotaan secara bulanan agar dapat rutin melakukan latihan. Hampir setiap hari, Agiel menyempatkan diri untuk pergi ke gym di sela-sela aktivitasnya. Meskipun jadwal sekolah, organisasi, dan pekerjaan multimedia cukup padat, ia tetap berusaha mempertahankan rutinitas tersebut sebagai salah satu kegiatan di luar sekolah. Baginya, gym menjadi bagian dari aktivitas yang ia jalani secara konsisten di tengah kesibukannya sebagai seorang pelajar.


Banyaknya kegiatan yang dijalani membuat Agiel harus pandai mengatur waktu. Ia membagi waktunya antara belajar, mengerjakan tugas sekolah, mengikuti organisasi, menyelesaikan job multimedia, dan menjalani rutinitas gym dengan keanggotaan bulanannya. Meski memiliki jadwal yang padat, ia tetap berusaha menyelesaikan tugas sekolah dengan baik dan menjadikan pendidikan sebagai prioritas.


Kehidupan jauh dari orang tua, pengalaman berpindah dari Kemuning ke Jombang lalu kembali lagi ke Kemuning, serta berbagai kesibukan yang dijalani membuat Agiel menjadi pribadi yang lebih mandiri dan bertanggung jawab. Berbagai aktivitas tersebut justru menjadi bagian dari prosesnya untuk mendapatkan pengalaman dan terus mengembangkan diri. Kisah Agiel menunjukkan bahwa jarak dari orang tua dan padatnya aktivitas bukanlah penghalang untuk terus belajar dan berkembang selama mampu mengatur waktu dan menentukan prioritas.


Jurnalis: Hulud

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)