Siswa DKV SMKN 1 Sampang Kunjungi RRI Sampang, Kenali Dunia Produksi Radio hingga Podcast

hansiplah
0

 


Sampang — Belajar desain komunikasi visual tidak hanya soal membuat gambar, poster, atau mengoperasikan aplikasi desain. Dunia DKV juga erat kaitannya dengan komunikasi, produksi konten, fotografi, videografi, hingga bagaimana sebuah informasi dikemas agar menarik dan mudah diterima masyarakat.


Hal tersebut menjadi pengalaman menarik bagi sejumlah siswa Desain Komunikasi Visual (DKV) SMKN 1 Sampang saat melakukan kunjungan ke RRI Sampang. Rombongan siswa diwakili oleh Hulud, Fira, Shifa, dan Dwi, dengan didampingi tim dokumentasi Reva Ramdhani sebagai fotografer sekaligus videografer.


Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Ibu Ima, Pak Ishak, serta desainer RRI Sampang, Pak Dita. Suasana pertemuan berlangsung santai dan penuh keakraban.


Para siswa diajak melihat secara langsung studio produksi RRI Sampang. Di sana mereka mendapatkan gambaran tentang bagaimana sebuah media radio bekerja, mulai dari proses produksi hingga perkembangan media penyiaran yang kini terus bertransformasi mengikuti perkembangan teknologi digital.


RRI tidak lagi hanya identik dengan siaran radio konvensional. Perkembangan teknologi membuat konten-konten RRI juga hadir dalam berbagai platform digital, termasuk podcast dan konten audiovisual.


Dalam bincang-bincang tersebut, pihak RRI Sampang juga menjelaskan bahwa keterbatasan peralatan bukan menjadi alasan untuk berhenti berkarya.


“Meskipun peralatan kami minimalis, tapi program kami tidak kalah dengan yang sudah proper,” ujar salah satu perwakilan RRI Sampang.

 

Pernyataan tersebut menjadi gambaran bahwa kreativitas dan kualitas sebuah program tidak selalu ditentukan oleh seberapa mahal peralatan yang digunakan. Ide, konsep, kemampuan mengemas informasi, serta kekompakan tim menjadi bagian penting dalam menghasilkan sebuah karya.


Suasana semakin cair ketika Ibu Ima melontarkan candaan mengenai slogan RRI yang sudah sangat dikenal masyarakat, “Sekali di udara tetap di udara.”


Namun, karena kondisi wilayah Sampang yang juga memiliki daerah rawan banjir, candaan pun muncul.


“Mari berkeliling, yakin ga bakal pening ... ,” ujar Ibu Ima sambil bercanda.

 

Sontak pernyataan tersebut membuat suasana bincang-bincang menjadi semakin akrab.


Selain mengenal studio produksi, siswa DKV SMKN 1 Sampang juga mendapatkan peluang untuk terlibat lebih jauh dalam program-program yang dikembangkan RRI Sampang. Salah satunya adalah kesempatan bagi pihak sekolah untuk mengisi program podcast dan menghadirkan siswa maupun guru sebagai narasumber.


Program tersebut tentu menjadi peluang menarik bagi siswa DKV untuk belajar secara langsung bagaimana menjadi seorang narasumber, berbicara di depan mikrofon dan kamera, menyusun ide pembicaraan, hingga memahami proses produksi sebuah konten digital.


Bagi siswa DKV, pengalaman seperti ini menjadi pembelajaran nyata di luar ruang kelas. Mereka dapat melihat bahwa keterampilan desain ternyata memiliki hubungan yang luas dengan industri media, terutama dalam perkembangan konten digital saat ini.


Kunjungan tersebut juga membuka kemungkinan adanya kolaborasi antara SMKN 1 Sampang dan RRI Sampang, khususnya dalam bidang produksi konten, podcast, publikasi kegiatan sekolah, fotografi, videografi, maupun pengembangan kreativitas siswa.


Dalam suasana bincang-bincang yang santai, crew RRI Sampang terlihat sangat welcome terhadap kedatangan siswa. Tidak ada jarak yang kaku. Para siswa justru diberikan ruang untuk bertanya, melihat langsung aktivitas produksi, sekaligus mengenal lebih dekat dunia kerja di bidang media.

Kunjungan ini menjadi pengalaman sederhana, tetapi memberikan pelajaran yang cukup berarti bagi siswa DKV SMKN 1 Sampang: bahwa dunia kreatif tidak berhenti di depan layar komputer. Ada kamera, mikrofon, studio, podcast, cerita, dan orang-orang yang bekerja di balik sebuah konten.

Dari Sampang, siswa belajar bahwa kreativitas bisa berbicara melalui banyak media.

Dan seperti slogan RRI:

“Sekali di udara, tetap di udara.”

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)